Saham Perusahaan Sandiaga Uno Sempat Anjlok 11,46%

0
188

 

Wipme.IDPenurunan Saham Sandiaga Uno – Dalam beberapa hari terakhir, harga saham PT.Saratoga Investama Sedaya Tbk(SRTG) sempat mengalami penurunan yang di kutip dari RTI. Turun 310 poin atau minus 8,7 persen membuat saham Saratoga berada di posisi 3530.

sandiaga-uno
Sumber : https://www.berita168.com

Menurut data RTI, harga saham SRTG sempat turun 11,46% di awal perdagangan ke Rp 3.400. Penurunan harga saham SRTG merosot menjadi 3,91% ke level Rp 3.690 per saham pada akhir perdagangan sesi I.

Turunnya saham PT.Saratoga Investama Sedaya Tbk(SRTG) dikaitkan dengan dana yang dikeluarkan saat kampanye, dimana pemiliknya, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, kalah dalam quick count atau hitung cepat.

Reza Priyambada (Analis senior CSA Research Institute) menjelaskan muncul reaksi tidak mengenakkan dari pelaku pasar bahwa kinerja Saratoga akan menurun jika Sandiaga Uno kalah dalam pemilu. Tetapi, menurut dia hasil Pemilu tidak terlalu berdampak besar pada saham perusahaan tersebut.

“Terkait pemilu memang ada pengaruhnya, tapi tidak terlalu signifikan. Lebih kepada investor dan analis suka menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain,” ujar Reza kepada Kompas.com, Kamis (18/4).

Baca Juga : Bahaya Pergaulan Bebas Dan Dampak Negatif Untuk Anak Muda

Menurut Reza ada hal lain yang membuat saham Saratoga terus menurun. Diketahui, Saratoga melepas 19 juta saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kekalahan dalam perhitungan cepat atau quick count, menjadikan sentiman yang tidak mengenakkan bagi pergerakkan SRTG.

Berdasarkan laporan keuangan Saratoga, tahun lalu perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan dan investasi ini mencatatkan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 6,19 triliun.

Kerugian Saratoga disebabkan oleh kerugian portofolio investasi SRTG. Padahal tahun sebelumnya perusahaan ini membukukan laba Rp 3,27 triliun.

Kerugian ini berasal dari kerugian bersih atas investasi pada efek ekuitas yang mencapai Rp 7,25 triliun. Ini adalah kerugian bersih atas investasi pada efek ekuitas. Kerugian ini terutama berasal dari efek PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 4,21 triliun.(Wipme.ID/Kompas.com/Tribun News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here