Penjelasan Tentang Hukum Puasa Saat Kita Sakit

0
18

Hukum Puasa Saat Kita Sakit

Setiap penyakit yang melampaui batas seseorang menahan rasa sakit, maka orang itu boleh berbuka. Dasarnya adalah firman Allah SWT: “Dan barangsiapa sakit atau sedang di dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya.” (Al-Baqarah: 185

sakit-puasa

Sakit ringan seperti batuk, flu dan yang serupa tidak boleh berbuka puasa. Apabila menurut dokter, pengalamannya atau menurut perkiraannya bahwa puasa akan membuatnya sakit, hingga menambah parah penyakitnya, atau dapat menunda masa kesembuhannya, maka makruh buatnya untuk berpuasa.

Jika puasa menyebabkan seseorang pingsang maka, ia harus berbuka dan menggantinya dilain hari. Dan kalau sedang berpuasa ia pingsan di siang hari, lalu sadar sebelum matahari terbenam, maka puasanya sah. Kalau pingsan terjadi sebelum  shubuh hingga matahari terbenam, maka menurut Jumhur Ulama, puasanya tidak sah.

Baca Juga: Tips Tinggi

Sebagian ulama ada yang menfatwakan bahwa orang yang pingsan, atau mengkonsumsi obat penenang untuk suatu masalah hingga hilang rasa sadarnya. Jika hal itu terjadi kurang dari tiga hari maka ia wajib mengganti puasanya, karena disamakan kepada orang yang ketiduran. Apabila lebih dari tiga hari, maka ia tidak wajib menggantinya karena disamakan dengan orang yang sudah gila.

Tidak diperboleh berbuka kalau hanya sekedar rasa lapar dan haus yang dapat ditahan saat letih atau adanya dugaan akan rasa sakit. Dan begitu pula orang yang bekerja berat tidak boleh berbuka, mereka wajib berniat di malam hari untuk berpuasa. Dan jika pekerjaan ditinggalkan akan menyebabkan kemudaratan bagi mereka hingga mengharuskan mereka berbuka, maka mereka boleh berbuka sekedarnya.

Orang sakit yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan dan menunggu kesembuhannya supaya dapat mengganti puasanya, lalu ternyata penyakitnya bertambah parah , maka ia wajib memberi makan seorang fakir miskin setiap hari ia tidak puasa. Dan orang yang menunggu kesembuhan dari penyakit yang masih bisa  sembuh lalu meninggal dunia, maka ia tidak mempunyai kewajiban apa-apa.

Orang yang penyakitnya bertambah parah lalu tidak berpuasa yang telah memberi makan orang miskin. Kemudian ia  berhasil berobat sembuh dari penyakitnya. maka ia tidak wajib apa-apa.

Barangsiapa sakit lalu sembuh lalu mampu mengganti puasanya, namun ia belum mengggantinya hingga meninggal dunia. Maka diambil dari hartanya untuk diberikan kepada orang fakir miskin sebanyak hari puasa yang tidak ia kerjakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here